STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL KEPERAWATAN

Latest courses

3-tag:Courses-65px

Sabtu, 07 Januari 2023

Diskusi Kelompok Terarah


Kategori: Psikologis

Subkategori: Integritas Ego

 

Definisi

Melakukan diskusi semi terstruktur untuk mengidentifikasi suatu masalah dalam kelompok

 

Diagnosis Keperawatan

Harga Diri Rendah Kronis                  Kesiapan Peningkatan Koping Komunitas

Harga Diri Rendah Situasional           Komunitas Kesiapan Peningkatan Manajemen

Kesiapan Peningkatan Pengetahuan               Kesehatan

 

Luaran Keperawatan

Harga Diri Meningkat                         Status Koping Komunitas Membaik

Tingkat Pengetahuan Meningkat        Manajomnen Kesehatan Meningkat

 

Prosedur

1.      Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)

2.      Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

3.      Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

4.      Catat pemikiran atau ide yang muncul dalam diskusi

5.      Atur ruangan dengan suasana nyaman, rancang posisi tempat duduk

6.      Persiapkan alat (seperti sistem audio, perekam, media tulis)

7.      Lakukan orientasi kelompok nama dan informasi data diri)

8.      Lakukan kontrak waktu

9.      Sampaikan diskusi akan direkam (meliputi salam, peserta diminta menyebutkan

10.  Arahkan pertanyaan sesual tujuan dan hindari pertanyaan yang tidak relevan

11.  Berikan kesempatan semua peserta untuk berpartisipasi selama diskusi

12.  Motivasi interaksi peserta untuk berbicara satu sama lain, tidak harus ke fasilitator

13.  Motivasi peserta yang enggan berbicara

14.  Batas peserta yang mendominasi diskusi melalui isyarat verbal dan non verbal

15.  Tunjukkan sikap mendengar aktif agar menjadi model praktik bagi peserta

16.  Lakukan eksplorasi mendalam tanpa mengarahkan peserta

17.  Sampaikan ringkasan secara verbal

18.  Berikan umpan balik diskusi berupa analisis dan laporan

19.  Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

20.  Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

 

 

Referensi

 

Escalada, M. & Heong, K.L. (2009). Guideline How to Conduct Focus Group Discussion: Guideline Manual for Novice Researchers.

Mousavi-Ouri, A. (2016). Focus Group Discussion: A Method Of Problem Solving in Nursing Sindes. Dev Med Educ.13(3).

PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik (1th ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1th ed.). Jakarta: DPP PPNI

PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1th ed.). Jakarta: DPP PPNI.

Terapi Relaksasi Otot Progrisher

Kalegori: Psikologis

Subkategori: Nyeri Dan Kenyamanan

 

Definisi

Menggunakan teknik penegangan dan peregangan otot untuk meredakan ketegangan otot. ansietas, nyeri serta meningkatkan kenyamanan, konsentrasi dan kebugaran.

 

Diagnosis Keperawatan

Ansietas                                              Nyeri Akut

Gangguan Rasa Nyaman                    Nyeri Kronis

 

Luaran Keperawatan

Tingkat Ansletas Menurun                  Tingkat Nyeri Menurun

Tingkat Kenyamanan Meningkat

 

Prosedur

1.      Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)

2.      Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

3.      Siapkan alat dan bahan yang diperlukan:

a.      Sarung tangan bersih, jika perlu

b.      Kursi dengan sandaran, jika perlu

c.       Bantal

d.      Jam atau pengukur waktu

e.       Spigmomanometer

f.       Termometer

4.      Lakukan kebersihan tangan 6 langkah:

5.      Pasang sarung tangan, jika perlu

6.      Periksa ketegangan otot, frekuensi nadi, tekanan darah, dan suhu

7.      Tempatkan pasien di tempat yang tenang dan nyaman

8.      Anjurkan untuk menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman

9.      Berikan posisi yang nyaman, misal dengan duduk bersandar atau tidur

10.  Anjurkan rileks dan merasakan sensasi relaksasi

11.  Anjurkan menegangkan otot selama 5 sampai 10 detik, kemudian anjurkan untuk merilekskan otot 20-30 detik, masing-masing 8-16 kali

12.  Anjurkan menegangkan otot kaki selama tidak lebih dari 5 detik untuk menghindari kram

13.  Anjurkan fokus pada sensasi otot yang menegang atau otot yang nilaks

14.  Anjurkan bemapas dalam dan perlahan

15.  Penksa ketegangan otol, Irekuensi nadi, tekanan darah, dan suhu

16.  Rapikan pasien dan alat-alat yang digunakan

17.  Lepaskan sarung tangan

18.  Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

19.  Dokumentasi prosedur yang telah diakukan dan respons pasien

 

Referensi

Berman, A., Snyder, S. & Fradsen, G. (2016). Kozier & Erb's Fundamentals of Nursing (10th ed.). USA: Perason Education.

Dougherty, L. & Lister, S. (2015). Manual of Clinical Nursing Procedures (9th  ed.). UK: The Royal Marsden NHS Foundation Trust.

Perry, A.G. & Potter, P. A. (2014). Nursing Skills & Procedures (8th  ed.). St Louis: Mosby Elsevier.

PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1th ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1th ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Luaran Kaperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (15th ed.). Jakarta: DPP PPNI.

Wilkinson, J. M., Treas, L. S., Barnett, K. & Smith, M. H. (2016). Fundamentals of Nursing (3thd ed.). Philadelphia: F. A. Davis Company.

 

Terapi Relaksasi Dalam 


Kategori: Psikologis

Subkategori:  Nyeri dan Kenyamanan

 

Definisi

Menggunakan teknik napas dalam untuk mengurangi tanda dan gejala ketidaknyamanan seperti nyeri, ketegangan otot, atau kecemasan.

 

Diagnosis Keperawatan Ansietas

Ansietas                                              Nyeri Akut

Gangguan Rasa Nyaman                    Nyeri Kronis

 

Luaran Keperawatan

Tingkat Ansietas Menurun                  Tingkat Nyeri Menurun

Tingkat Kenyamanan Meningkat

 

Prosedur

1.      Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)

2.      Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

3.      Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

a.       Sarung tangan bersih, jika perlu

b.      Kursi dengan sandaran, jika perlu

c.       Bantal

4.      Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

5.      Pasang sarung tangan, jika perlu

6.      Tempatkan pasien di tempat yang tenang dan nyaman

7.      Ciptakan lingkungan tenang dan tanpa gangguan dengan pencahayaan dan suhu ruang nyama, jika memungkinkan

8.      Berikan posisi yang nyaman (misal dengan duduk bersandar atau tidur)

9.      Anjurkan rileks dan merasakan sensasi rolaksasi

10.  Latih melakukan teknik napas dalam:

a.       Anjurkan tutup mata dan konsentrasi penuh

b.      Ajarkan melakukan inspirasi dengan menghirup udara melalui hidung secara perlahan

c.       Ajarkan melakukan ekspirasi dengan menghembuskan udara dengan cara mulut mencucu secara perlahan

d.      Demonstrasikan menarik napas selama 4 detik, menahun napas selama 2 detik dan menghembuskan napas selama 8 detik

11.  Monitor respons pasien selama dilakukan prosedur

12.  Rapikan pasien dan alat-alat yang digunakan

13.  Lepaskan sarung tangan

14.  Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

15.  Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

 

 

Referensi

Berman, A., Snyder, S. & Fradsen, G. (2016). Kozier & Erb's Fundamentals of Nursing (10th ed.). USA: Perason Education.

Dougherty, L. & Lister, S. (2015). Manual of Clinical Nursing Procedures (9th  ed.). UK: The Royal Marsden NHS Foundation Trust.

Perry, A.G. & Potter, P. A. (2014). Nursing Skills & Procedures (8th  ed.). St Louis: Mosby Elsevier.

PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1th ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1th ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Luaran Kaperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (15th ed.). Jakarta: DPP PPNI.

Wilkinson, J. M., Treas, L. S., Barnett, K. & Smith, M. H. (2016). Fundamentals of Nursing (3thrd ed.). Philadelphia: F. A. Davis Company.

Pemberian Salep Obat Mata

Kategori : Fisiologis

Subkategori : Neuronsensori


Definisi

Memberikan obat salep pada mata untuk mencegah atau meminimalkan ancaman pada integritas jaringan mata dan fungsi visualnya.


Diagnosis Keperawatan

Gangguan Persepsi Sensori

Risiko Infeksi

Nyeri Akut


Luaran Keperawatan

Persepsi Sensori Membaik

Tingkat Infeksi Menurun

Tingkat Nyeri Menurun


Prosedur

1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)

2. Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

3. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan:

a. Sarung tangan

b. Obat salep mata, sesuai program

c. Tisu

4. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

5. Monitor adanya kemerahan, eksudat, atau ulserasi

6. Posisikan kepala condong ke belakang

7. Anjurkan pasien melirik ke atas

8. Tarik palfebra inferior ke bawah dengan jari telunjuk pada mata yang akan diberikan obat salep mata

9. Pegang tube salep mata dengan menggunakan tangan lainnya sedekat mungkin dengan palfebra inferior mata tanpa menyetuhnya

10. Oleskan obat salep mata kira-kira 1 cm

11. Anjurkan mengedipkan mata secara perlahan, tutup mata selam 1-2 menit dan gerakan mata ke kiri-kanan dan atas-bawah

12. Bersihkan salep berlebih dengan tisu

13. Rapikan pasien dan alat-alat yang digunakan

14. Lepaskan sarung tangan

15. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

16. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien


Referensi

Dougherty, L. & Lister, S. (2015). Manual of Clinical Nursing Procedures (9th ed.). UK: The Royal Marsden NHS Foundation Trust.

Perry, A.G. & Potter, P. A. (2015). Nursing Skills & Procedures (8th ed.). St Louis: Mosby Elsevier. PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1st ed.).

Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1 ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1st ed).Jakarta: DPP PPNI

Wilkinson, J. M., Treas, L. S., Barnett, K. & Smith, M. H. (2016). Fundamentals of Nursing (3rd ed.). Philadelphia: F. A. Davis Company.

Pemantauan Tingkat Orientasi


Kategori: Fisiologis

Subkategori: Neurosensori


Definisi

Mengumpulkan dan menganalisis data untuk menilai perhatian, pandangan, atau kecenderungan terhadap waktu, orang, tempat dan kejadian/situasi.


Diagnosis Keperawatan

Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial

Perilaku Kekerasan

Risiko Perilaku Kekerasan

Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif

Gangguan Persepsi Sensori

Konfusi Akut Risiko Konfusi Akut


Luaran Keperawatan

Kapasitas Adaptif Intrakranial Membaik

Persepsi Sensori Membaik Kontrol Diri Meningkat

Perfusi Serebral Meningkat

Tingkat Konfusi Menurun


Prosedur

1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)

2. Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

3. Tanyakan tentang memori jangka panjang dan saat ini meliputi, siapa nama pasien, di mana pasien berada, tanggal berapa saat ini dan apa yang terjadi?

4. Monitor tingkat orientasi:

a. Orientasi pada orang (mengenali nama dan orang terdekat) tempat)

b.Orientasi pada orang dan tempat (mengenali nama dan

c.Orientasi pada orang, tempat dan waktu (mengenali nama, tempat, tanggal dan/atau hari)

d. Orientasi pada orang, tempat, waktu dan situasi (mengenali nama, tempat, dan waktu serta situasi alasan mengapa pasien dirawat)

5. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

6. Atur interval pemantauan sesuai dengan kondisi pasien

7. Dokumentasikan hasil pemantauan


Referensi

PPNI (2018). Standar Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1 ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1st ed)Jakarta: DPP PPNI.

Baer, R. A. (2014). Mindfulness-Based Treatment Approaches: Clinician's Guide to Evidence Base and Applications (2nd ed.). Amsterdam: Elsevier.

PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1 ed.). Jakarta: DPP

Pemantauan Tingkat Kesadaran dengan Skala Koma Glasgow (GCS)


Kategori: Fisiologis

Subkategori: Neurosensori


Definisi

Mengidentifikasi dan menganalisis tingkat kesadaran berdasarkan respons membuka mata, suara dan motorik.


Diagnosis Keperawatan

Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial

Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif


Luaran Keperawatan

Kapasitas Adaptif Intrakranial Membaik

Perfusi Serebral Meningkat


Prosedur

1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)

2. Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

4. Posisikan pasien baring

5. Periksa respons mata (eye):

a. Membuka mata spontan, skor 4

b. Membuka mata dengan perintah, skor 3

c. Membuka mata terhadap rangsang nyeri, skor 2

d. Tidak berespons, skor 1

6. Periksa respons suara (verbal):

a. Orientasi baik, skor 5

b. Mengucapkan kalimat tapi tidak sesuai, skor 4

c. Mengucapkan kata-kata kacau, skor

d. Bersuara tanpa arti, skor 2

e. Tidak berespons, skor 1

7. Periksa respons motorik (motoric):

a. Mengikuti perintah, skor 6

b. Melokalisasi nyeri, skor 5

c. Menolak rangsangan nyeri pada anggota gerak, skor 4

d. Fleksi abnormal, skor 3

e. Ekstensi abnormal, skor 2 e.

f. Tidak ada respons, skor 1

8. Tuliskan total skor dan masing-masing komponen skor GCS, seperti GCS 15 (E4V5M6)

9. Atur interval pemantauan sesuai dengan kondisi pasien

10. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

11. Dokumentasikan hasil pemantauan


Referensi

American Nurses Association (2018). Sheehy's Emergency Nursing: Principles and Practice (7th ed.). St. Louis: Elsevier.

Burns, S. M. (2014). AACN Essentials of Critical Care Nursing (3th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Derr, P., McEvoy, M., & Tardiff, J. (2014). Emergency & Critical Care (8th ed.). USA: Jones & Barlett Learning.

PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1 ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1 ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (14 ed.). Jakarta: DPP PPNI.