STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL KEPERAWATAN

Latest courses

3-tag:Courses-65px

Kamis, 22 Desember 2022

Perawatan Intranatal Kala II

Kategori Fisiologis

Subkategori Reproduksi dan Seksualitas

Definisi : Mengidentifikasi dan mengelola proses persalinan serta mencegah terjadinya Komplikasi.

Diagnosis Keperawatan:  Nyeri Melahirkan, Gangguan Rasa Nyaman, Ansietas

Luaran Keperawatan : Tingkat Nyeri Menurun, Status Kenyamanan Meningkat, tingkat Ansietas Menurun

Prosedur

1.Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)

 2.Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

3. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan:

a.Sarung tangan bersih

b. Spigmomanometer

c. Stetoskop

d. Jam atau pengukur waktu

 4. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

5. Pasang sarung tangan bersih

6. Identifikasi kondisi proses persalinan

7. Monitor tanda-tanda vital ibu

 8. Fasilitasi kebutuhan fisiologis ibu (seperti makan, minum, istirahat, BAK, BAB)

9. Fasilitasi kebutuhan rasa aman (seperti posisi, pendampingan)

10. Ajarkan ibu melakukan teknik napas dalam

11. Lakukan counter pressure pada ibu

 12. Berikan pujian atas keberhasilan ibu

13. Lepaskan sarung tangan

14. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

15. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

Referensi

Alden, K. R., Lowdermilk, D. L., Cashion, M. C., & Perry, S. E. (2013). Maternity and Women’s Health sciences.

Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., & Cashion, M. C. (2014). Maternity Nursing. Elsevier Health Sciences. Care-E-Book. Elsevier Health Sciences

PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1st ed.) Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018) Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1st  ed) Jakarta: DPP PPNI

PPNI (2018) Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1st ed) Jakarta: DPP PPNI.

Ricci, S.S, & Kyle, T. (2009). Maternity and Pediatric Nursing. Philadelpia: Lippincott.

Perawatan Persalinan Risiko Tinggi

Kategori: Fisiologis

Subkategori : Reproduksi dan Seksualitas

Definisi : Mengidentifikasi dan merawat ibu bersalin yang berisiko dengan tindakan.

Diagnosis Keperawatan : Risiko Cedera pada Ibu Risiko Cedera pada Janin Ansietas

Luaran Keperawatan : Tingkat Cedera Menurun, Tingkat Ansietas Menurun

Prosedur

1.Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)

2. Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

3. Siapkan alat dan bahan, yang diperlukan:

a.Sarung tangan, jika perlu

b. Doppler BJF

c. Spigmomanometer

d. Stetoskop

e. Jam dan pengukur waktu

f. Jeli

g. Tisu

4. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

5. Identifikasi faktor risiko persalinan risiko tinggi

6. Identifikasi riwayat obstetrik pasien

7. Identifikasi kondisi umum pasien

 8. Dampingi ibu saat merasa cemas

9. Diskusikan persiapan persalinan dan kelahiran

 10. Jelaskan risiko janin mengalami kelahiran prematur

11. Monitor tanda-tanda vital pasien

12. Monitor kelainan tanda vital pada ibu dan janin

 13. Monitor tanda-tanda persalinan

14. Monitor denyut jantung janin secara periodik

15. Monitor adanya perdarahan intranatal

16. Siapkan kemungkinan dilakukan intervensi persalinan

 17. Kolaborasi dengan tim untuk tatalaksana kegawatan ibu dan janin

18. Rapikan pasien dan alat-alat yang digunakan

19. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

20. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

Referensi

Alden, K. R., Lowdermilk, D. L., Cashion, M. C., & Perry, S. E. (2013). Maternity and Women’s Health Care-E-Book. Elsevier Health Sciences.

Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., & Cashion, M. C. (2014), Maternity Nursing. Elsevier Health Sciences PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1st ed.)Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1st ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1st Ed.). Jakarta: DPP PPNI.

Ricci, S.S. & Kyle, T. (2009). Maternity and Pediatric Nursing. Philadelpia: Lippincott

Perawatan Intranatal Kala I

Kategori: Fisiologis

Definisi : Mengidentifikasi dan mengelola proses persalinan fase laten dan aktif

Subkategori Reproduksi dan Seksualitas

Diagnosis Keperawatan : Nyeri Melahirkan, Gangguan Rasa Nyaman , Ansietas

Luaran Keperawatan : Tingkat Nyeri Menurun ,Status Kenyamanan Meningkat ,Tingkat Ansietas Menurun

Prosedur

1.Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)

2.Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

3. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan:

a.Doppler BJF

b. Spigmomanometer

C. Stetoskop

d. Jam atau pengukur waktu

e. Jeli

f. Tisu

4.Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

5.Berikan posisi yang nyaman

6. Identifikasi kondisi proses persalinan

7. Monitor kondisi fisik dan psikologis pasien

8. Monitor kesejahteraan ibu (tanda vital, kontraksi, lama, frekuensi dan kekuatann

 9. Monitor kesejahteraan janin (gerak janin 10 kali dalam 12 jam, DJJ secara Berkelanjutan)

10. Monitor kemajuan persalinan

11. Monitor tanda-tanda persalinan (seperti dorongan meneran, tekanan pada anus,perinemum menonjol, vulva membuka)

12. Monitor kemajuan pembukaan menggunakan partograf saat fase aktif

13. Monitor tingkat nyeri selama persalinan

14. Lakukan pemeriksaan Leoplod

15. Anjurkan ibu mengosongkan kandung kemih

16. Anjurkan pemberian cairan dan nutrisi sesuai

 17. Anjurkan ibu untuk mobilisasi aktif sebelum fase aktif

18. Ajarkan ibu mengenali tanda-tanda persalinan

19. Ajarkan cara mengedan yang benar

20. Ajarkan teknik manajemen nyeri persalinan nonfarmakologis

21. Anjurkan ibu memilih pendamping persalinan

22. Ajarkan ibu mengenali tanda bahaya persalinan

23. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

24. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

 

Referensi

Aiden, K. R., Lowdermilk, D. L., Cashion, M. C., & Perry, S. E. (2013). Maternity and Women’s Care-E-Book. Elsevier Health Sciences.

Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., & Cashion, M. C. (2014). Maternity Nursing. Elsevier Health Sciences

PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Diagnostik (1 ed.)

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1 ed.). Jakarta: DPP PPNI

PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1st Ed.). Jakarta: DPP PPNI.

Ricci, S.S. & Kyle, T. (2009). Maternity and Pediatric Nursing. Philadelpia: Lippincott

Pengelolaan Nyeri Persalinan

Kategori: Fisiologis

Subkategori Reproduksi dan Seksualitas

Definisi: Melakukan tindakan untuk meredakan nyeri dan Persalinan.

Diagnosis Keperawatan : Nyeri Melahirkan Ansietas, kesiapan Peningkatan Pengetahuan

Luaran Keperawatan : Tingkat Nyeri Menurun, Tingkat Ansietas Menurun, Tingkat Pengetahuan Meningkat

Prosedur

1.Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal Lahir, dan/atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

2.Siapkan alat dan bahan yang diperlukan sesuai dengan teknik pengelolaan nyeri Yang dipilih:

a Musik

b. Speaker

C. Buku cerita

d. Gymi ball

e. Leafleat/modul

f. Video

4.Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

5.Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri

6. Identifikasi respons non-verbal terhadap nyeri

7. Identifikasi faktor yang memperberat dan meringankan nyeri

8. Identifikasi pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri 9. Identifikasi pengaruh budaya terhadap respon nyeri

10, Anjurkan ibu hamil berbaring dengan posisi miring kiri atau posisi nyaman

 11. Jelaskan macam terapi non farmokologi (Counter Pressure, Imagery, Teknik Relaksasi, Distraksi, Hipnosis)

12 Anjurkan ibu untuk memilih salah satu terapi nyeri non-farmakologis

13. Lakukan tindakan pengelolaan nyeri nonfarmakologis:

 a. Counter Pressure

1)Tentukan daerah koksigeus

2)Lakukan penekanan pada daerah koksigeus pada saat nyeri kontraksi

3)Lakukan penekanan dengan lembut dan terus menerus pada area koksigeus sesuai kebutuhan ibu

b. Teknik relaksasi

1) Anjurkan menggunakan teknik inhaled-exhaled dengan hitungan 231 saat nyeri datang

2) Ajarkan ibu teknik napas dalam

c.Imagery

1)Gali pengalaman ibu yang menyenangkan

2) Bimbing ibu untuk membayangkan suasana tersebut saat ini

3) Anjurkan ibu untuk tetap membayangkan saat nyeri datang

d. Distraksi

1)Anjurkan ibu untuk memilih film, cerita pendek, musik, membaca, yang dapat mengalihkan rasa sakitnya

2) Ajarkan ibu menggunakan gym ball

e. Hipnosis

1)Bina hubungan saling percaya dengan ibu

2) Bangun rasa percaya diri ibu

3)Lakukan relaksasi progesif

4) Diskusikan dengan ibu sugesti yang dipilih saat nyeri datang

5)Berikan sugesti pada ibu untuk menurunkan rasa nyeri

14. Monitor skor nyeri

 15. Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (seperti suhu ruangan, Pencahayaan, kebisingan)

16. Fasilitasi istirahat dan tidur

17. Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri

18. Rapikan pasien dan alat-alat yang digunakan

19. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 20.Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

Referensi

Alden, K. R.,  Lowdermilk, D. L., Cashion, M. C., & Perry, S. E. (2013). Maternity and Women’s Health Care-E-Book Elsevier Health Sciences.

Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., & Cashion, M, C. (2014). Maternity Nursing. Elsevier Health Sciences

PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Dennis dan Indikator Diagnostik (1st ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1st ed), Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1st ed.). Jakarta: DPP PPNI.

Ricci, S.S, & Kyle, T. (2009) Maternity and Pediatric Nursing. Philadelpia: Lippincott

 

Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi

Kategori: Fisiologis

Subkategori:  Reproduksi dan Seksualitas

Definisi : Melakukan pelepasan tampon pada vagina.

Diagnosis Keperawatan Risiko Perdarahan : Risiko Infeksi

Luaran Keperawatan : Tingkat Perdarahan Menurun, Tingkat Infeksi Menurun

Prosedur

1.Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)

2.Tujuan dan langkah-langkah prosedur

3. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan:

a.Sarung tangan steril

b. Spekulum

c. Jeli

d. Tampon tang

e. Bengkok

f. Lampu

4.Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

5.Identifikasi posisi tampon dan tekanan pada vagina atau serviks

6.Identifikasi adanya keluhan, seperti cairan yang berwarna kuning, hijau, adanya Bau, gatal, pembengkakan, kemerahan pada kulit dan sekitar vagina, adanya panas, nyeri pada saat berkemih, nyeri pada pelviks atau abdominal

7. Atur posisi pasien dorsal recumbant

8. Pasang pengalas pada bokong pasien

9. Nyalakan lampu tindakan dan arahkan ke vagina

10. Lakukan vulva hygiene

11. Pasang spekulum

12. Pasang sarung tangan steril

13. Lakukan periksa dalam dan identifikasi letak tampon dan benang tampon

14. Gunakan tampon tang saat melakukan penarikan benang tampon

15. Anjurkan pasien tarik napas dalam

16. Lakukan penilaian tampon yang sudah dikeluarkan (meliputi karakteristik, kondisi vagina, ketidaknyamanan)

17. Rapikan pasien dan alat-alat yang digunakan

 18. Lepaskan sarung tangan

19. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

20. Rujuk ke spesialis kandungan, jika tindakan tidak berhasil

21. Kolaborasi untuk pemeriksaan kultur, jika perlu

 22. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

Referensi

Alden, K. R., Lowdermilk, D. L., Cashion, M. C., & Perry, S. E. (2013). Maternity and Women’s Health Care-E-Book. Elsevier Health Sciences.

Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., & Cashion, M. C. (2014). Maternity Nursing. Elsevier Health Sciences

PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1st Ed) Jakarta DPP PPNI

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1 ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan ed.). Jakarta: DPP PPNI.

Ricci, S.S, & Kyle, T. (2009). Maternity and Pediatric Nursing. Philadelpia: Lippincott

Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi

Kategori: Fisiologis

Subkategori: Reproduksi Dan Seksualitas

Definisi: Mendampingi pasien dan keluarga dalam menjalani perawatan ibu hamil risiko tinggi

Diagnosis Keperawatan : Risiko Cedera pada Janin Risiko Cedera pada Ibu Ansietas, kesiapan Peningkatan Pengetahuan

Luaran Keperawatan : Tingkat Cedera Menurun, Tingkat Pengetahuan Meningkat, Tingkat Ansietas Menurun

Prosedur

1.Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)

2.Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

4.Bina hubungan saling percaya dengan pasien dan keluarga

5. Identifikasi faktor risiko kehamilan (seperti diabetes, hipertensi, SLE, herpes, HIV, epilepsi)

6. Identifikasi riwayat obstetrik (meliputi prematuritas, postmaturitas, preeklampsi, kehamilan multifetal, retardasi pertumbuhan uterine, abrupsio plasenta, plasenta previa, sensitisasi Rh, ketuban pecah dini, dan riwayat kelainan genetik keluarga)

7. Identifikasi faktor sosiodemografi (meliputi usia, ras, kemiskinan, terlambat atau tidak ada perawatan prenatal, penganiayaan fisik, penyalahgunaan zat)

8. Identifikasi dukungan yang dimiliki oleh pasien

9. Monitor status fisik dan psikososial selama kehamilan

10. Damping pasien saat merasa cemas

 11. Dengarkan keinginan dan perasaan pasien

12. Diskusikan ketidaknyaman selama hamil

13. Diskusikan persiapan persalinan dan kelahiran pada kehamilan risiko tinggi

14. Jelaskan risiko janin mengalami kehamilan prematur

15 Informasikan kemungkinan intervensi selama proses 16. Anjurkan melakukan perawatan diri untuk meningkatkan kesehatan pemantauan janin elektronik intrapartum, induksi, perawatan SC)

17. Ajarkan cara menghitung gerakan janin

18. Ajarkan aktivitas yang aman selama hamil Dan Seksualitas

19. Ajarkan mengenali tanda bahaya pada kehamilan (seperti perdarahan pervaginam merah terang, perubahan cairan ketuban, gerak janin,kontraksi sebelum usia kehamilan 37 minggu, sakit kepala yang tidak hilang,gangguan penglihatan, nyeri epigastrik, dan penambahan berat badan yang cepat dengan edema wajah)

20. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

21. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien/keluarga

Referensi

Alden, K. R., Lowdermilk, D. L., Cashion, M. C., & Perry, S. E. (2013). Maternity and Women's Health care-E-Book. Elsevier Health Sciences..

 Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., & Cashion, M. C. Maternity Nursing. Elsevier Health Sciences.

 PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1st ed.).hakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1st ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1sted.), Jakarta: DPP PPNI.

Ricci, S.S, & Kyle, T. (2009). Maternity and Pediatric Nursing. Philadelpia: Lippincott

Pemantauan Urine Kehamilan

Kategon: Fisiologis

Subkategori : Reproduksi dan Seksualitas

Definisi : Mengidentifikasi kehamilan dengan menggunakan spesimen urine.

Diagnosis Keperawatan : Kesiapan Peningkatan Menjadi Orang Tua , Pencapaian Peran Menjadi Orang, Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Ansietas

Luaran Keperawatan : Peran Menjadi Orang Tua Membaik, Tingkat Ansietas Menurun, Tingkat Pengetahuan Meningkat

Prosedur

1.Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/nomor atau rekam medis)

2.Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur.

 3. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan:

a.Pot urine

b.test pack kehamilan

c. Sarung tangan bersih

 d. Label identitas pasien

e. Alat tulis

4.Ajarkan pasien menampung urine midstream

5.Pasang sarung tangan bersih

6.Berikan label identitas pasien pada pot urine

 7. Celupkan test pack ke dalam spesimen urine dengan tidak melebihi batas maksimal garis

8. Baca hasil pemeriksaan setelah satu menit

a.Positif (+) jika terbentuk dua garis

b. Negatif (-) jika terbentuk satu garis

9. Informasikan hasil pemeriksaan urine kehamilan

10. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah

11. Dokumentasikan hasil pemeriksaan

Referensi

Alden, K. R., Lowdermilk, D. L., Cashion, M. C., & Perry, S. E. (2013). Maternity and Women’s healty care-E-Book. Elsevier Health Sciences.   

Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., & Cashion, M. C. (2014). Maternity Nursing. Elsevier Health Sciences.

 PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (1st ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (1 ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (1st Ed.). Jakarta: DPP PPNI.

S.S, & Kyle, T. (2009). Maternity and Pediatric Nursing. Philadelpia: Lippincott